Bali KerthiSeni & Budaya

Gubernur Wayan Koster: Lawan Impor dengan Garam Bali, Arak Bali, Beras dan Endek Bali

BALIOTONOM.id (7/6/2022)| Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka seminar pada, Senin (6/6/2022) di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar dengan menghadirkan narasumber, I Gusti Ngurah Kusuma Kelakan dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Anak Agung Gede Oka Wisnu Murti pakar politik dan dosen Universitas Warmadewa, Prof. I Wayan Ramantha pakar ekonomi dan guru besar di Universitas Udayana dan Prof. I Wayan “Kun” Adnyana pakar budaya dan Rektor Institute Seni Indonesia – Denpasar dengan moderator I Ketut Sumarta.

Gubernur Wayan Koster menjelaskan bahwa Seminar “Aktualisasi Kepemimpinan Bung Karno Dalam Bali Era Baru” sengaja dilaksanakannya dengan tujuan supaya pemahaman masyarakat tentang ajaran-ajaran Bung Karno berkaitan dengan kebangsaan itu terus disuarakan, disampaikan ke masyarakat.

Bahwa sebagai bangsa, Kita ini dibangun oleh proklamator Kita, pemimpin pergerakan Kita di Indonesia yang mengantarkan Indonesia menjadi negara yang merdeka,” ujar mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Bung Karno, kata Gubernur tidak saja menjadi pemimpin pergerakan dan menjadi proklamator serta menjadi Presiden RI Pertama di Indonesia, lebih dari pada itu  telah memberikan ajaran-ajaran yang sangat fundamental bagi masa depan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Tabanan Raih Juara Mesatua Bali dan Taman Penasar di PKB XLVIII

Tidak saja membangun spirit masyarakat Indonesia ketika melawan penjajahan, tapi juga membangun spirit bagaimana agar bangsa ini setelah merdeka terus memiliki spirit yang kuat untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan-pembangunan sesuai konteks perkembangan zamannya.

Itulah sebabnya, lanjut Koster sebagai generasi penerus kita harus memahami ini, agar kita mengetahui dari mana kita berasal, memahami sejarah panjang bagaimana pemimpin bangsa kita terdahulu berjuang, hingga mengantarkan kita saat ini ke pencapaian pembangunan yang kita laksanakan.

“Saya harapkan di seluruh Indonesia supaya kita mengenal sejarah atau Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah, red). Untuk itu kita harus ingat, bahwa keberadaan kita hari ini, itu ada yang menggerakan, mengkreasikan, dan menciptakan serta menuntun jalan untuk mencapai segala aspek pembangunan di seluruh Indonesia,” harap orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Lebih lanjut Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyebutkan Bung Karno tidak saja mewariskan nilai – nilai yang luar biasa, tapi juga beliau mewariskan pembangunan-pembangunan fisik yang sangat monumental.

Jadi Bung Karno itu adalah sosok yang sangat komplit, memiliki pengetahuan dengan membaca referensi yang cukup banyak, sehingga beliau bisa merumuskan tentang bagaimana masa depan Indonesia, bagaimana ideologi Indonesia dengan Pancasila yang dibangun oleh beliau, dan kemudian juga memberikan arahan untuk membangun bangsa ini yang dituangkan dalam konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana.

BACA JUGA:  Kerambitan Creative Space 2026 Sukses Jadi Ruang Promosi Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

Konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana ini bukunya sangat tebal dan ini yang Saya baca sebelum menjadi Gubernur Bali serta mempelajari tentang sejarah peradaban Bali, hingga membaca tentang budaya Bali dari mulai Bali ini ada sejak jaman kuno sampai berkembang saat ini. Jadi Saya merumuskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini tidak asal, tapi betul-betul membaca referensi.

“Satu tahun setelah Pemilu 2014 atau maju ketiga kalinya sebagai DPR RI, mulai ada wacana Gubernur Bali dan nama saya disebut-sebut, maka mulai tahun 2016 yang lalu, saya berinisiatif saja (Saat itu tidak tahu, apakah saya ditugaskan sebagai Calon Gubernur Bali oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, red) menulis tentang Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan ada saja orang yang tidak dikenal datang membawa referensi tentang Bali dan saya baca selama setahun lamanya, serta saya kasih tanda buku itu satu persatu untuk saya rumuskan sesuai konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana untuk dijalankan di Pulau Bali,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini yang disambut tepuk tangan.

BACA JUGA:  Lovina Festival 2026 Dibuka, Bupati Buleleng Tegaskan Kolaborasi dan Inklusivitas Sebagai Kunci Penguatan Pariwisata Bali Utara

Mantan Peneliti Balitbang Depdikbud dari Tahun 1988 sampai 1994 ini meyakini sekiranya Bangsa Indonesia menjalankan konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana yang digagas oleh Bung Karno dan dirumuskan oleh sekitar 600 pakar. “Saya kira Indonesia ini akan jauh lebih maju dari pada kondisi yang Kita lihat saat ini dan akan menjadi negara yang sangat kuat dengan memiliki nilai-nilai kehidupan bangsa-nya, juga bagaimana membangun perekonomiannya dan penuh dengan nilai budaya-nya,” ujar Wayan Koster.

Berakhirnya kepemimpinan Bung Karno sebagai Presiden RI Pertama, maka konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana ini juga ikut hilang di masa pemerintahan selanjutnya. “Walau Indonesia terbebas dari penjajahan negara lain, tapi Indonesia terus mengalami penjajahan ekonomi sampai sekarang dan Kita ini masih dikuasai oleh mafia impor,” ungkap Gubernur Wayan Koster seraya menegaskan inilah yang akan Saya lawan di Bali dan Saya akan tampilkan Garam Bali, Arak Bali, Beras Bali, Endek Bali, Busana Adat Bali, Aksara Bali.(*/02)

Back to top button