PLN Dukung Pembangunan Bali Berbasis Energi Hijau dengan Percepatan Pengoperasian PLTS Kubu Karangasem

BALIOTONOM.id (28/1/2022) | PLN siap melaksanakan jual beli energi listrik dari PLTS 1 MWP Kubu Karangasem untuk mendukung Visi Pemerintah Daerah dalam membangun Bali berbasis energi hijau.
Direktur Mega Proyek dan EBT, Wiluyo Kusdwiharto dalam paparannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Karangasem, Bali Kamis (27/01/2022) menjelaskan PLN sangat mendukung percepatan pengoperasian PLTS 1 MWP Kubu sehingga dapat segera dilaksanakan jual beli tenaga listrik.
“Agar aset yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan dan dapat memberikan keuntungan kepada seluruh pihak, PLN sangat mendukung agar serah terima aset dan pengoperasian PLTS 1 MWP Kubu dapat segera dilaksanakan,” terangnya.
PLTS Kubu di Desa Karangasem yang dibangun sejak tahun 2013 dengan kapasitas 1 MWP ini, menurutnya telah sinkron atau on grid ke jaringan PLN 20 kV sejak tahun 2013 melalui Gardu Induk Amlapura.
“Sampai dengan Januari 2022, PLN UID Bali menunggu kapan pelaksanaan penandatanganan SPJBTL dengan Pemkab Karangasem, agar kami dapat segera melakukan transaksi jual beli tenaga listrik dari Pemda atau Perusda kepada PLN,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa harga pembelian tenaga listrik juga telah diatur dalam regulasi yakni Permen ESDM no 39 Tahun 2017, tetang Pelaksanaan Kegiatan Fisik Pemanfaatan Energi Baru dan Energi Terbarukan Serta Konversi Energi.
Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Doni Maryadi Oekon mengatakan Bali memiliki potensi pengembangan PLTS yang cukup besar yakni sekitar 26,4 GWP.
“Maka tidak salah jika Kementerian ESDM menjadikan Provinsi Bali menjadi salah satu provinsi pilot project pengembangkan PLTS skala besar pertama di Indonesia dimana salah satunya adalah PLTS 1 MWP On Grid Karangasem yang saat ini dikunjungi,” terangnya
Ia juga mengatakan PLTS yang pembangunannya menggunakan dana APBN sebesar 26,478 milyar, menurut data sejak 2017 telah diserahterimakan ke Pemkab Karangasem, sehingga diharapkan dapat dikelola dengan baik oleh Pemkab Karangasem melalui BUMD yang dimilikinya.
“Kami berharap melalui kegiatan pengoperasian, pemeliharaan peralatan dan penjualan energi listrik yang dihasilkan sehingga keberadaan PLTS ini dapat memberikan kontribusi yang besar tidak hanya dalam bentuk pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat namun juga dapat meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.(*/04)



















