Gubernur Koster Serahkan Hadiah Bagi Pemenang Lomba Ogoh-ogoh

BALIOTONOM.id (7/4/2023)| Kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster ‘diapplause’ tepuk tangan oleh ratusan Yowana Desa Adat se-Kabupaten/Kota di Bali, karena komitmennya memperhatikan kreatifitas para pemuda di Bali dengan memberikan wadah berkesenian dan berkebudayaan melalui kegiatan Lomba Ogoh-Ogoh se-Bali Tahun 2023, serangkaian Hari Suci Nyepi, Tahun Caka 1945.
Hal itu mengemuka ketika Gubernur Bali Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menyerahkan hadiah Lomba Ogoh-Ogoh se-Bali Tahun 2023 ditingkat Kabupaten/Kota se-Bali pada, Kamis (6/7/2023) di Jayasabha, Denpasar, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas PMA Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. Wayan ”Kun ” Adnyana, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, dan PHDI Provinsi Bali.
Masing-masing pemenang Lomba Ogoh-Ogoh se-Bali Tahun 2023 ditingkat Kabupaten/Kota untuk Juara I meraih Piagam dan Uang sebesar Rp. 50 Juta, Juara II meraih Piagam dan Uang sebesar Rp. 35 Juta, dan Juara III meraih Piagam dan Uang sebesar Rp. 25 Juta.
Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan setiap tahun mengamati kreasi dan inovasi para Yowana di Desa Adat se-Bali dalam membuat kesenian Ogoh-Ogoh dengan kualitas yang semakin maju dan baik. Cara berkesenian dan berkebudayaan yang dilakoni Yowana Desa Adat di Bali berupa pembuatan Ogoh-Ogoh merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat dan memajukan berbagai karya serta produk budaya Bali yang memiliki keunikan dan kekayaan budaya.
“Hal itu sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan Prinsip Trisakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan,” tegasnya.
Ditambahkan, Dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, salah satu yang menjadi program prioritas pembangunan Bali adalah Bidang Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali.
“Adik-adik Saya perlu pertegas, bahwa Bali ini tidak memiliki sumber daya alam seperti di daerah Bali. Bali tidak mempunyai tambang emas, batubara, minyak, gas, dan pertambangan umum lainnya yang menjadi sumber pendapatan untuk membangun perekonomian daerah,” ujarnya sambil menambahkan, Bali, dengan penduduk 4,3 juta lebih yang tersebar di 8 Kabupaten/1 Kota, 57 Kecamatan, 636 Desa, 80 Kelurahan, dan 1.493 Desa Adat ini ternyata diberikan anugerah luar biasa oleh Hyang Pencipta yakni berupa kekayaan, keunikan, dan keunggulan Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali.
Gubernur Wayan Koster yang berasal dari Desa Tua di Desa Sembiran, Buleleng dengan tegas menyatakan melalui Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali menjadikan Bali bisa berdiri tegak, survive, eksis, dan terkenal di dunia seperti sekarang, hingga menjadikan Bali sebagai destinasi wisata utama di dunia.
“Jadi adik-adik Yowana sekalian, Pariwisata Bali itu lahir bukan karena desain pariwisata, rancang bangun dari pariwisata, tetapi muncul karena ketertarikan masyarakat dunia terhadap keunikan budaya Bali, yang dari dulu budaya dijadikan hulu oleh masyarakat Bali,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Itulah sebabnya, Gubernur Bali mengajak para Yowana di Desa Adat untuk menjaga budaya Bali dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggungjawab, secara turun temurun, oleh generasi ke generasi sepanjang jaman.
“Kita bersyukur, leluhur Kita mewarisi budaya Bali yang adi luhung, sehingga sampai saat ini kita diwarisi Desa Adat sebagai lembaga yang selalu melestarikan kebudayaan Bali,” tuturnya.
“Itulah sebabnya, Saya sebagai Gubernur Bali menjadikan kebudayaan sebagai hulunya pembangunan Bali, menjadikan budaya sebagai sumber nilai kehidupan, kesantunan, kesopanan, etika, dan sumber nilai yang membuat kehidupan masyarakat Bali itu memiliki integritas serta profesionalisme,” jelasnya.(*/02)



















