EkonomiKarangasem

Cuaca Tak Bersahabat, Petani Cabai di Sinduwati Merugi

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Petani di Sinduwati Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem mengeluh karena tanaman cabai mereka rusak. Kondisi ini sangat mempengaruhi hasil panen petani, serta pendapatan petani cabai di Desa Sinduwati.

Perbekel Sinduwati Nengah Rumana mengatakan, tanaman cabai rusak di bagian akar hingga pohon. Kondisi ini mengakibatkan pertumbuhan tak begitu maksimal.

“Buahnya sedikit busuk dikarenakan di makan lalat,” ungkap Rumana, Minggu (23/2/2025).

BACA JUGA:  Kerambitan Creative Space 2026 Sukses Jadi Ruang Promosi Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

Akibat kondisi ini, banyak petani yang merugi. Hasil yang diperolehnya tak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkannya. Seperti biaya pupuk, dan perawatan. Petani cabe di Sinduwati mengalami kerugian 2 – 3 juta perorangnya.

“Petani yang merugi sampai puluhan orang. Tanaman cabai yang rusak sampai hektaran. Termasuk tanaman cabe milik saya yang di garap orang lain,” akui Rumana.

BACA JUGA:  Tiga Pejabat Hasil Seleksi JPT Dilantik, Bupati Gus Par Minta Kembangkan Inovasi dan Teknologi Digitalisasi

Menurut pengakuan petani, kata Rumana, jika cuaca bersahabat petani bisa memanen 10 – 12 kali. Sekarang petani hanya memanen cabai rata – rata 6 sampai 7 kali. Kualitas cabe yang di panen sekarang kurang bagus. Sehingga berpengaruh ke harga

“Sekarang harga cabai di pasar masih normal. Per kilogram bisa mencapai 40 – 50 ribu. Konsekuensi menjadi petani. Rugi dan untung biasa. Semoga cuaca membaik,” harap Rumana, sapaan akrabnya.

BACA JUGA:  HUT Ke-50 Perumda Tirta Tohlangkir, Bupati Gus Par Minta Tingkatkan Layanan Air Bersih

Untuk diketahui, harga cabai di petani berada di kisaran 35 sampai 40 ribu rupiah per kilogramnya. Sedangkan harga cabai di pasaran sekitar 45 ribu ke atas.

“Dulu harganya 100 ribu. Yang untung petani. Sekarang merugi. Ini namanya siklus,” akuinya. (05)

Back to top button