KarangasemLingkungan

70 KK Warga Pekarangan Terisolir Akibat Tanah Longsor

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Bencana tanah longsor di Banjar Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, terjadi di beberapa titik selama sepekan. Proses penanganan masih dilakukan untuk membuka akses jalan yang tertutup material.

Kepala Wilayah Sega I Komang Kariana mengatakan, tanah longsor di Banjar Dinas Sega selama seminggu terjadi di 9 titik.

Rinciannya, empat titik di jalan kabupaten dan lima titik di jalan desa. Semua menutupi akses badan jalan raya.

“Dari 9 titik tanah longsor, baru 2 titik yang ditangani. Itu pun tanah longsor yang lumayan besar, dan menutupi seluruh akses jalan,” kata Kariana, Kamis (17/4/2025).

BACA JUGA:  Gubernur Koster Paparkan Kebijakan Pembangunan Ramah Lingkungan di London Climate Action Week

Kari, sapaan akrabnya, menjelaskan, bencana longsor di Sega yang paling parah di Lingkungan Pekarangan. Material longsoran dari Bukit Lempuyang, serta menutupi seluruh akses jalan raya. Akibat kejadian ini aktivitas warga terhambat.

“Akses jalan tertutup. Warga Pekarangan yang terisolir sekitar 70- an KK. Penanganannya dilakukan dari kemarin oleh BPBD, PUPR, Polsek, Babinsa, dan masyarakat sekitar,” tambah I Wayan Kariana.

Selain itu, kata Kari, bencana serupa terjadi di jalan kabupaten. Tepatnya jalan penghubung dari Banjar Sega menuju pusat desa.

BACA JUGA:  Rapat Forkopimda Jadi Momentum Sertijab Dandim 1623/Karangasem, Bupati Dorong Sinergi TNI dan Pemda

“Akses jalan juga tertutup. Warga bersama BPBD serta Damkar gotong royong membuka akses,” jelasnya.

“Untuk akses jalan keduanya sudah terbuka, dan belum keseluruhan. Petugas masih melakukan penanganan. Setelah di Pekarangan, petugas akan tangani di jalan kabupaten,” ungkap pria asli Banjar Dinas Sega itu.

Pihaknya berharap jalan kabupaten di bagian bawah agar ditangani. Sebab, jalan tersebut sering dilalui luapan air saat musim hujan. Penyebabnya lantaran drainase terlalu kecil, sedangkan aliran sungai cukup deras saat musim hujan.

“Kalau sudah meluap, otomatis masyarakat tidak bisa melintas sampai hujan reda. Makanya perlu juga diantisipasi. Kita sudah berkomunikasi dengan Camat,PUPR, maupun BPBD Karangasem,” imbuh Kariana.

BACA JUGA:  Tanah Adat Disertifikatkan, Krama Telun Wayah Minta Petunjuk DPRD Karangasem

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa membenarkan. Penanganan sudah dilakukan sejak beberapa hari. Petugas melakukan pembersihan lanjutan material longsor yang menutup akses jalan desa.

“Kita tadi turunkan alat berat excavator milik PUPR Karangasem, longsoran yang sudah bisa dibersihkan sepanjang jalan Lingkungan Pekarangan. Untuk titik lain akan dilanjutkan nanti. Mengingat cuaca diseputaran lokasi hujan,” kata Arimbawa. (05)

Back to top button