KarangasemKesehatan

Bebandem dan Manggis Tertinggi Kasus Positif Rabies

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Kasus gigitan anjing positif rabies di Kabupaten Karangasem periode Januari – Desember 2025 mencapai 72 kasus. Terbanyak di Kecamatan Bebandem 16 kasus, Kecamatan Manggis 14 kasus, serta Kecamatan Karangasem 12 kasus.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Made Sugiartha mengungkapkan, kasus gigitan selama 1 tahun tinggi. Hampir capai 1.971 kasus.

BACA JUGA:  Rapat Forkopimda Jadi Momentum Sertijab Dandim 1623/Karangasem, Bupati Dorong Sinergi TNI dan Pemda

“1.971 kasus gigitan seluruhnya. Yang positif rabies 72,” ungkapnya.

“Yang positif rabies yakni anjing 69 ekor, dan sapi 3 ekor. Untuk kucing nihil,” imbuh mantan Camat Bebandem itu.

Pejabat asal Desa Sibetan itu menduga tingginya gigitan rabies dikarenakan banyak anjing yang dilepas liarkan dan berpotensi terjangkit rabies.

“Tahun 2025, estimasi populasi anjing di Karangasem capai 79.591 kasus,” kata Sugiartha.

BACA JUGA:  Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Siap Dibahas, DPRD Soroti SILPA dan Optimalisasi PAD

Menekan kasus rabies, Dinas Pertanian Karangasem terus menggencarkan vaksinasi dan depopulasi. Dari 79.591 estimasi populasi anjing di Karangasem, sebanyak 99.43 % atau 79.137 ekor sudah divaksinasi.

Untuk vaksinasi tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem. Terbanyak yakni di Kec. Karangasem, Kubu, Bebandem, Manggis.”Petugas juga melakukan depopulasi terhadap anjing diliarkan lewat kastrasi dan sterilisasi,”jelasnya.

BACA JUGA:  Operasi Pekat Agung 2026, Polres Karangasem Sasar Prostitusi hingga Narkoba

“Jumlah kontrol populasi atau sterilisasi sebanyak 1.971 ekor. Sedangkan eliminasi capai 249 ekor,”tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat yang memelihara anjing agar rutin memberi vaksin dan memiliki kesadaran dalam memelihara hewan peliharaan.

“Jangan sampai diliarkan,” pinta Made Sugiartha.(05)

Back to top button