KarangasemLingkunganPariwisata

Pesisir Pantai Candidasa Ditata, Pariwisata di Karangasem Kembali Menggeliat

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Pantai Candidasa Kecamatan Karangasem yang menjadi primadona tamu domestik dan mancanegara di era 2000-an akhirnya ditata mengingat abrasi di sepanjang pantai semakin parah hingga daratan semakin menyempit.

Penataan pantai diharapkan menjadi terobosan untuk membangkitkan pariwisata di Kabupaten Karangasem, dan ekonomi masyarakat serta pendapatan daerah. Sebagai upaya untuk selamatkan ekosistem dan spesies di bawah laut.

Konservasi pantai mendapat respon positive dari masyarakat pesisir, pelaku usaha pariwisata, serta pemerintah. Panjang pantai yang ditata sekitar 5.5 kilometer. Anggarannya dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) skitar 500 milliar.

Nengah Supartha, warga pesisir Pantai Candidasa, memiliki harapan besar terhadap konservasi pantai ini. Tidak hanya memberikan manfaat di sektor fisik, tetapi manfaat yang di multi sektor. Baik kehidupan sosial atau ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  Perkuat Nilai Kebangsaan dan Toleransi, GP Ansor Gelar Audiensi ke Kesbangpol Karangasem Jelang Konfercab

““Kami berharap konservasi Pantai Candidasa ini tidak hanya sebatas penataan untuk mencegah abrasi. Yang kami harapkan, ada dampak terhadap warga serta nelayan. Baik sisi ekonominya, keamanannya & lingkungan,” harap Supartha, Jumat (23/1/2026).

Keterlibatan serta keberpihakan masyarakat lokal jadi kunci agar proyek ini bisa diterima serta di jaga bersama.“Kalau warga merasakan manfaatnya, maka pantai ini akan di jaga bersama. Nelayan bisa melaut dengan aman,”tambahnya.

BACA JUGA:  Kontingen Karangasem Raih Juara II Lomba Senam pada HKG PKK Ke-54 Provinsi Bali

Pelaku pariwisata sekaligus Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, mengungkapkan, Pantai Candidasa adalah bagian penting dari wisata di Kab. Karangasem. Penataan ini adalah berkah sekaligus harapan besar bagi pelaku usaha.

Baginya, abrasi yang terjadi di Pantai Candidasa bukan hanya masalah lingkungan tetapi juga persoalan ekonomi. Menyempitnya pantai akan berdampak langsung kepada wisata. Baik tingkat tunian hotel, & perputaran ekonomi.

Hal serupa diungkapkan Tim Ahli Bupati Bidang Pariwisata, I Wayan Tama. Ancaman abrasi di Candidasa terjadi lama. Keberlanjutan wisata yang menjadi gerbang pariwisata Kab. Karangasem terkikis. Penataan pantai disambut baik pelaku usaha

BACA JUGA:  Temuan Persoalan Perizinan dan Tata Ruang, Pansus III DPRD Karangasem Dorong Evaluasi RTRW

“Usulan konservasi pantai ini bukan muncul tiba-tiba. Sudah hampir 20 tahun kami ajukan, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Tahun 2025, Penataan Pantai Candidasa memperoleh dukungan anggaran dan direalisasikan,”akui Tama.

Humas PT Hutama Karya, Ngatno, menjelaskan, poyek ini tidak hanya berfokus di penguatan pesisir, tetapi juga penataan kolam, pembangunan jalan lingkar, pedestrian, jalur drainase, serta infrastruktur pendukung kawasan wisata.

Penataan Pantai Candidasa menyangkut keseimbangan konservasi alam, keberlanjutan pariwisata & keadilan ekonomi bagi masyarakat pesisir.”Pengerjaan ini tahap awal. Setelah ini selesai, akan lanjut ke tahapan berikutnya,”jelas Ngatno.(05)

Back to top button