Gus Ode, Sang Pencetus Tagline “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa”
Jadi Energi Baru Masyarakat Karangasem

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Tagline “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa” yang diusung dalam peringatan Hari Jadi ke-386 Kota Amlapura dan Karangasem Festival 2026 mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat.
Kalimat sederhana tersebut dinilai mampu menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus menjadi penyemangat untuk terus bergerak maju di tengah berbagai tantangan.
Sejak diperkenalkan, slogan itu cepat melekat di tengah masyarakat dan menjadi identitas yang mewarnai seluruh rangkaian Karangasem Festival 2026. Mulai dari pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, kegiatan generasi muda, hingga berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan, semangat yang terkandung dalam tagline tersebut terasa hadir di setiap kegiatan.
Banyak warga menilai kalimat “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa” merepresentasikan karakter masyarakat Karangasem yang selama ini dikenal tangguh dan pantang menyerah. Di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan pembangunan, masyarakat tetap menunjukkan optimisme serta kemauan untuk terus berkembang.
Tagline tersebut merupakan pengembangan dari ungkapan yang kerap disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, yakni “Tak Mudah, Tapi Bisa”. Kalimat itu kemudian diperkuat dengan penambahan kata “harus”, sehingga menghadirkan makna yang lebih tegas dan penuh dorongan untuk bertindak.
Koordinator Tim Kreatif Karangasem Festival 2026, I Gusti Gede Subagiartha atau Gus Ode menjelaskan bahwa penambahan kata “harus” bertujuan menumbuhkan semangat kolektif masyarakat agar tidak berhenti pada keyakinan semata, tetapi juga memiliki tekad kuat untuk mewujudkan berbagai tujuan pembangunan daerah.
“Kalimat ini lahir dari realitas yang dihadapi masyarakat Karangasem. Banyak persoalan memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Karena itu, kata ‘harus’ menjadi penegasan bahwa kita tidak boleh berhenti pada keraguan, melainkan harus terus bergerak mencari jalan keluar,” ujar Gus Ode, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, kekuatan sebuah tagline terletak pada kemampuannya mencerminkan kondisi sekaligus harapan masyarakat. Karena itu, slogan tersebut tidak hanya hadir sebagai tema seremonial perayaan, tetapi juga sebagai pesan moral yang dapat membangkitkan optimisme, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Respons positif yang terus mengalir menunjukkan bahwa pesan yang dibawa tagline tersebut diterima luas oleh masyarakat. Bagi banyak pihak, “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan refleksi semangat masyarakat Karangasem dalam menghadapi tantangan sekaligus keyakinan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Kini, lebih dari sekadar slogan festival, “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa” telah menjelma menjadi simbol optimisme bersama. Sebuah pengingat bahwa setiap tantangan dapat dihadapi melalui kerja keras, persatuan, dan tekad untuk terus maju membangun Karangasem.(05)



















