Voli Pasir Masuk Bupati Karangasem Cup 2026, PBVSI Perluas Pembinaan Atlet

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Pembinaan bola voli di Kabupaten Karangasem mulai diperluas. Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Karangasem untuk pertama kalinya memasukkan nomor voli pasir dalam Kejuaraan Bola Voli Bupati Karangasem Cup 2026.
Nomor baru tersebut diikuti delapan tim dan akan dipertandingkan pada 3–4 September 2026 di Lapangan Outdoor Voli Pasir GOR Gunung Agung, Amlapura.
Ketua PBVSI Kabupaten Karangasem I Wayan Suastika mengatakan, penambahan nomor voli pasir menjadi langkah awal untuk mengembangkan pembinaan atlet di nomor tersebut. Keberadaan lapangan voli pasir di GOR Gunung Agung menjadi salah satu faktor pendukung digelarnya pertandingan.
“Ya, tahun ini selain voli indoor kami juga pertandingkan voli pasir. Ada 8 tim yang ikut. Baru pertama kali, karena Karangasem sekarang sudah punya lapangan voli pasir yang bagus,” kata Suastika.
Sementara itu, Kejuaraan Bola Voli Bupati Karangasem Cup 2026 resmi dibuka Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata di GOR Gunung Agung, Sabtu (29/8/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan bola secara simbolis kepada wasit.
Secara keseluruhan, kejuaraan tahun ini diikuti 25 tim. Sebanyak 13 tim berlaga di sektor putra, empat tim di sektor putri, dan delapan tim mengikuti nomor voli pasir.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengatakan, penyelenggaraan Bupati Cup tidak semata-mata berorientasi pada perebutan gelar juara. Turnamen tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet muda.
“Kita ingin Bupati Cup ini menjadi ruang pembinaan. Bukan hanya mencari siapa yang juara, tetapi bagaimana kita menemukan bibit-bibit atlet terbaik Karangasem yang nantinya mampu bersaing di tingkat Bali, nasional bahkan internasional,” ujar Gus Par.
Menurutnya, kompetisi yang digelar secara rutin dan berkualitas dapat menjadi sarana bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
Ia pun meminta seluruh peserta menjunjung sportivitas selama kejuaraan berlangsung. Pengalaman yang diperoleh selama bertanding, kata dia, menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet.
“Bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Menang itu penting, tetapi proses dan pengalaman bertanding jauh lebih penting untuk membentuk atlet yang berkualitas,” tegasnya.(*)



















