Putri Koster Dorong Pasar Rakyat Jadi Jalan Pendekkan Rantai Pemasaran Petani

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mendorong Pasar Rakyat PKK Bali tidak sekadar menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi menjadi ruang yang mempertemukan petani secara langsung dengan konsumen.
Dorongan itu disampaikan saat menghadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Taman Budaya Chandra Bhuana Karangasem, Jumat (4/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster turut memborong sejumlah hasil pertanian yang dijajakan petani Karangasem.
Menurutnya, keterlibatan petani secara langsung dalam pasar rakyat penting untuk memperpendek rantai pemasaran. Dengan demikian, konsumen dapat memperoleh produk pertanian langsung dari sumbernya, sementara petani memiliki akses pasar yang lebih luas.
“Kami berharap setiap kabupaten menghadirkan petani, karena konsumen bisa langsung mendapatkan belanjaan dari petani,” ujarnya.
Ia menegaskan, TP PKK memiliki peran sebagai penggerak masyarakat, termasuk mendorong potensi ekonomi yang ada di masing-masing desa.
“Kami adalah tim penggerak. Kami menggerakkan partisipasi masyarakat sesuai dengan visi pemerintah masing-masing. Tujuannya agar masyarakat tergerak meningkatkan potensi yang ada di desa,” katanya.
Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” juga melibatkan pelaku usaha dari berbagai sektor. Di Karangasem, tercatat 124 pelaku usaha ikut ambil bagian, terdiri atas 19 pelaku IKM, 66 pedagang kuliner, serta 39 pedagang hasil pertanian dan olahan pangan.
Sejumlah produk unggulan Karangasem turut dipasarkan, mulai dari kain tradisional seperti Tenun Gringsing, Endek dan Songket hingga kuliner khas berupa belayag, nasi sela dan pesan tlengis.
Ny Putri Koster mengatakan, keberadaan pasar rakyat diharapkan memberikan ruang yang lebih besar bagi produk lokal untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi TP PKK kota/ kabupaten se-Bali untuk membangun jejaring dan menggerakkan perekonomian masyarakat secara bersama-sama.
“Pasar rakyat ini juga menjadi salah satu cara kebersamaan kami. Setiap bulan kami berkesempatan untuk bertemu. Ketika kegiatan dilaksanakan di kabupaten, TP PKK dari kabupaten lain juga berkesempatan hadir,” ujarnya.
Selain membuka akses pasar, kegiatan tersebut membawa misi sosial. Sebanyak 100 penerima manfaat di Karangasem mendapatkan bantuan dan paket belanja dari Ketua TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kota/ kabupaten se-Bali.
Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata mengatakan, pasar rakyat memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM dan IKM untuk memperluas pemasaran produknya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Putri Koster dan TP PKK Provinsi Bali yang telah memberikan ruang kepada pelaku UMKM dan IKM Karangasem untuk memasarkan produknya. Ini momentum yang sangat baik untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Menurut Mas Parwata, Karangasem memiliki potensi besar di sektor pertanian, kerajinan dan kuliner. Tantangan berikutnya adalah memperluas pemasaran agar produk lokal tidak hanya bergantung pada pasar di daerah sendiri.
Di sisi lain, Putri Koster juga menyoroti potensi Bunga Kasna dari Desa Temukus, Karangasem. Ia mendorong komoditas tersebut dikembangkan dari hulu hingga hilir sehingga tidak hanya menjadi sarana bebantenan saat Galungan dan Kuningan.
“Sayang sekali bunga ini hanya laku saat Galungan dan Kuningan. Mari kita buat kerja sama, termasuk dengan adat. Temukus jangan sampai hidup segan mati tak mau. Mari kita buat kaya Temukus dengan mengolah Bunga Kasna dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Ny. Putri Koster menilai pengolahan Bunga Kasna menjadi produk bernilai tambah dapat menciptakan pasar yang lebih luas sekaligus membuka sumber pendapatan bagi masyarakat Temukus sepanjang tahun.
Ia juga mengusulkan agar pemanfaatan Bunga Kasna diperluas dalam berbagai kebutuhan bebantenan masyarakat Bali.
“Kalau bisa, setiap bebantenan, setiap canang, wajib diisi Bunga Kasna. Dengan begitu pasarnya ada, petaninya hidup, masyarakat Temukus sejahtera,” katanya.
Melalui pasar rakyat dan pengembangan komoditas lokal, Putri Koster menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, pelaku UMKM, desa adat, TP PKK dan pemerintah. Dengan pola tersebut, potensi desa diharapkan tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat.(*)



















