Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih

BALIOTONOM.id (14/3/2023)| Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Senin (13/3/2023), ditandai dengan pemukulan kulkul dan penandatanganan Prasasti di depan Candi Bentar Margi Agung.

Peresmian Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih yang merupakan momen bersejarah bagi Peradaban Tatanan Kawasan Suci Pura Agung Besakih Dalam Bali Era Baru ini juga dihadiri langsung oleh Ida Sulinggih dan Pamangku, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo bersama Ny. Putri Suastini Koster, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wagub Bali, Tjok Oka Sukawati di Kawasan Suci Pura Agung Besakih ini disambut  Tari  Pendet  dan  Tari  Baris  Bandana Manggala Yudha. Ribuan masyarakat Bali yang hadir turut juga menyapa kehadiran orang nomor satu di Republik Indonesia ini.

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya yang didampingi penari Baris Bandana Manggala Yudha mengaku sangat bahagia berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Pura yang sangat disucikan bukan hanya oleh Umat Hindu di Bali, tetapi juga oleh Umat Hindu di seluruh Nusantara.

Menurut Presiden, Pura yang suci ini, harus  dijaga, dirawat dengan penuh hormat. Sehingga Umat Hindu dan  pengunjung yang datang ke Pura Agung Besakih bisa merasakan aura kesuciannya. Karena dengan terjaganya kesucian, terjaganya kebersihan, terjaganya kerapian sekaligus juga menjadi tempat yang indah.

BACA JUGA:  FWK Imbau Presiden Hentikan Pernyataan Lemahkan Semangat Masyarakat

Ditambahkan, sejak dulu, pengunjung di Pura Agung Besakih ini sangat banyak dan selalu ramai, apalagi kalau sedang ada Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh yang diselenggarakan setiap Sasih Kadasa. Umat Hindu dari berbagai penjuru akan berbondong-bondong datang untuk melakukan persembahyangan, tidak hanya yang berasal dari Bali, tetapi dari seluruh tanah air Indonesia.

Kedatangan Umat Hindu dan pengunjung yang semakin banyak tanpa diimbangi dengan penataan, tanpa ada antisipasi ke depan akan menimbulkan kesemrawutan dan ketidaknyamanan.

“Oleh sebab itu, pada Tahun 2021 Saya perintahkan dan Saya minta kepada Menteri PUPR, Pak Basuki untuk melakukan penataan di Kawasan Suci Pura Agung Besakih ini bersama-sama dengan Gubernur Bali, Wayan Koster yang penataannya dilakukan di Area Bencingah dan Area Manik Mas dengan membangun berbagai infrastruktur pendukung, agar masyarakat semakin nyaman saat bersembahyang dan Pura Agung Besakih tetap terjaga kesuciannya,” kata Presiden.

Membangun fasilitas yang bagus dan megah akan lebih mudah dari pada mengelola dan merawatnya. Untuk itu, Saya benar-benar titip agar fasilitas yang sudah dibangun oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali ini dengan dana yang sangat besar harus diikuti dengan pengelolaan yang baik dan profesional.

Harus disiapkan manajemen dengan kompetensi yang baik, sehingga mampu menjembatani berbagai kepentingan-kepentingan yang ada.

BACA JUGA:  Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Karyoto Jadi Kapolri

“Libatkan juga Desa dan Desa Adat Besakih, beri kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Itu saja yang Saya sampaikan, maka dengan memohon restu Hyang Widhi Wasa Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih oada siang hari ini, Saya nyatakan diresmikan,” tutup Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam laporannya menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah dan Masyarakat Bali, Kami mengucapkan selamat datang, serta menghaturkan terima kasih atas perkenaan Bapak Presiden beserta Ibu menghadiri Acara Peresmian Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, di Kabupaten Karangasem,Bali.(*/02).

 

  1. Kami melaporkan, Pura Agung Besakih yang terletak di lambung Gunung Agung, merupakan tempat pemujaan utama, Pura Kahyangan Jagat terpenting dan tertinggi di Bali. Sejumlah teks susastra Bali, baik yang disurat dalam lontar maupun prasasti tembaga atau kayu, menyebut Gunung Agung dengan nama Tolangkir, yang berarti; “Dia Yang Mahatinggi, Mahamulia, sekaligus Mahaagung”. Pura Agung Besakih disebut sebagai “huluning Bali Rajya”, hulu Kerajaan Bali, sekaligus juga “madyanikang bhuwana”, pusat dunia. Karena itu, Besakih pada masa kerajaan Bali Kuno dikategorikan sebagai kawasan hila-hila hulundang ing basukih, yang berarti kawasan suci tempat memohon kerahayuan hidup (basuki) di hulu Bali, yang dilarang, dipantangkan (hila-hila) untuk dilalui atau dimasuki secara sembarangan oleh siapa pun.
  1. Sejak lama, fasilitas yang ada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih menghadapi masalah serius dengan kondisi parah. Kondisi yang buruk ini membuat suasana kurang nyaman dan aman bagi masyarakat dalam melaksanakan persembahyangan. Oleh karena itu, Kami berupaya membangun Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih secara komprehensif. Tampilan bangunan fasilitas terlihat sangat megah dan berkualitas, sehingga harmonis terhadap kesucian, keagungan, dan keindahan Pura Besakih, serta GunungAgung.
  1. Total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan semua fasilitas sebesar Rp 911 Miliyar, bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 428 Miliyar dan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp 483 Miliyar. Pembangunan dimulai pada tanggal 18 Agustus 2021, ditandai dengan Peletakan Batu Pertama oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri.
BACA JUGA:  FWK Sesalkan Presiden Prabowo Sebut Wartawan Londo Ireng

 

Pembangunan ini bisa terwujud atas perhatian dan dukungan kuat Bapak Presiden, sangat monumental dan bersejarah, yang memberi manfaat besar bagi masyarakat Bali dalam melaksanakan Upakara dan Upacara, serta akan menjadi warisan dan kenangan bagi generasi masa depan, sekaligus sebagai salah satu Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru. ”Sehubungan dengan itu, Kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Presiden, terima kasih juga kepada Bapak Menteri PUPR, beserta Menteri Kabinet Indonesia Maju,” ucap Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini yang disambut apresiasi tepuktangan.(*/02)

Back to top button