Beradu Lucu Lewat Panggung Stand Up Comedy Ulang Tahun Kota Singaraja

BALIOTONOM.id (2/4/2023)| Sebanyak 14 orang beradu kelucuan di panggung Stand Up Comedy yang digagas DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng, Sabtu, (1/4/2023), di Taman Kota Singaraja, Buleleng, Bali.
Selain untuk memeriahkan HUT ke-419 Kota Singaraja, ajang tersebut untuk merangkul para seniman komedi yang ada di Buleleng.
Setiap peserta akan diberikan waktu 7 menit untuk menampilkan materi. Para Peserta dibebaskan menampilkan materi sesuai pengamatan, pendapat, atau pengalaman pribadinya dengan tema Bangga Dadi Nak Buleleng.
Ketua DPC BMI Buleleng dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG. mengatakan, memilih lomba ini karena selama ini Stand Up Comedy belum dikenal luas serta belum pernah terselenggara di Buleleng.
Sehingga dengan lomba ini akan memberikan wadah kepada masyarakat Buleleng yang memang punya bakat di bidang seni komedi.
“Yang terpenting lomba ini juga bisa memberikan hiburan baru kepada masyarakat. Melalui hal ini bisa tertawa bersama tak memandang status apapun itu,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa dr. Caput mengakui jika respon di masyarakat dengan lomba Stand Up Comedy sangat antusias meski baru pertama kali di gelar. Untuk itu pihaknya berkomitmen akan menggelar hal serupa di kemudian hari.
Pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Buleleng untuk membuat kegiatan serupa secara berkelanjutan. Hal ini sebagai upaya menjaring bibit-bibit yang lebih banyak di bidang seni komedi.
“Akan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Selain kegiatan safari kesehatan dan juga pangan. Kami di BMI juga angkat potensi masyarakat Buleleng di bidang komedi. Harapnya, para peserta yang tampil bisa meningkatkan ekonomi mereka nantinya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng menyampaikan, lomba Stand Up Comedy bisa mejadikan kesempatan emas bagi para seniman muda utamanya di seni pertunjukan.
Kabupaten Buleleng yang memiliki wilayah yang paling luas juga diakuinya sangat berpeluang untuk menjaring bibit-bibit seniman.
“Ini akan menjadi ruang-ruang para kalangan seniman pagelaran. Kami berharap hal ini bisa terus. Paling tidak nanti memperpanjang pendaftaran peserta lomba, sehingga peserta yang ikut lebih banyak lagi,” harapnya.
Di sisi lain, salah satu Peserta Gede Kartika Ananda mengaku telah mempersiapkan materi sejak jauh-jauh hari. Nanda yang memang aktif di kesenian bondres juga sempat merasakan gerogi sebelum naik ke atas panggung. (*/06)



















