Karangasem

3 Penggali Batu Tabas Tewas Terkena Longsor di Karangasem, BPBD Salurkan Santunan

KARANGASEM, baliotonomi.com (11/9/2023) – Lima orang menjadi korban tanah longsor di pinggir Sungai Kemoning, Banjar Dinas Kemoning, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Senin (11/9/2023) siang.

Dari para korban itu, tiga orang tewas tertimbun material longsor. Sedangkan dua orang mengalami luka ringan. Saat itu, mereka sedang melakukan penggalian batu tabas dengan membuat goa di tebing.

Kepala  BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin mengungkapkan, kelima korban sudah dievakuasi oleh tim gabungan.

 

Terkait kronologis, Rentin mengatakan, sekitar pukul 09.00 WITA, para korban melaksanakan penggalian batu tabas dengan membuat goa di tebing.

BACA JUGA:  Pratisentana Sira Arya Gajah Rayakan HUT Ke-30, Teguhkan Komitmen Dukung Karangasem Agung

“Pengakuan korban yang selamat,  goa yang dibuat baru sekitar dua meter dalam waktu bekerja selama dua jam,”ujar I Made Rentin dalam siaran pers.

Sekitar pukul 11.00 WITA, tanah di atas lokasi tiba – tiba jatuh dan menimpa para pekerja. Dua korban bisa selamat dari longsoran karena terpental kayu.

Kejadian itu dilaporkan Kepala Desa Buana Giri I Nengah Diarsa.

“Proses penggalian material dilakukan  menggunakan,” jelas Rentin.

BACA JUGA:  Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Siap Dibahas, DPRD Soroti SILPA dan Optimalisasi PAD

 

Korban meninggal,   I Ketut Sueca (40),   I Kadek Pasek (37) , dan I Kadek Berata (44). Sedangkan korban luka ringan, I Kadek Berata (34),  I Kadek Suardika (20).

“Korban meninggal dunia akan diberikan santunan masing-masing Rp 15 juta,”sebutnya.

Rentin juga mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati dalam melakukan aktivitas di daerah tebing curam dan berpotensi terjadi longsor. Diharapkan pula melakukan  mitigasi awal secara mandiri dengan mengenali potensi ancaman (bencana) di sekitar area beraktivitas.

 

“Setelah tahu potensi ancaman yang ada, maka wajib siapkan skenario atau strategi  penyelamatan diri terhindar dari ancaman bahaya tersebut, jika tiba-tiba kemungkinan tersebut terjadi,” tandas Rentin.

BACA JUGA:  Gus Par: APBD Bukan Sekadar Angka, Tapi Amanah Mensejahterakan Rakyat

 

“Jika tebing/lereng sangat curam dan kondisi tekstur tanah atau bebatuan yang relatif labil alias tidak kuat,  sebaiknya hindari beraktivitas di sekitar daerah tersebut karena berpotensi terjadi longsor,” tambahnya.

Apabila terjadi dan ditemukan kejadian kebencanaan dapat menghubungi BPBD (kabupaten/kota) atau dapat langsung ke call center BPBD Provinsi Bali 0361-251177 dan nomor WhatsApp 085792240799. (*/03).

Back to top button