KarangasemKesehatan

DBD di Karangasem Tembus 1.356 Kasus

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Karangasem mencapai 1.356 selama periode Januari sampai pertengahan Agustus 2025. Kasusnya tersebar di 8 kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem Gustu Bagus Pertama mengatakan, temuan tersebar di semua puskesmas dan rumah sakit di Karangasem. Temuan terbanyak terjadi Januari-Mei 2025.

“Temuan di bulan Januari sekitar 168 kasus, Februari 278 kasus, Maret 313 kasus, April 204 kasus, Mei 169 kasus, Juni 115 kasus, Juli 64 kasus, dan Agustus sekitar 44 kasus,” kata Pertama.

BACA JUGA:  BP3MI Dorong Terbentuknya Desa Migran Emas di Karangasem

Pria berprofesi dokter itu mengaku masih tingginya kasus DBD di Kabupaten Karangasem disebabkan banyak faktor. Di antaranya kesadaran masyarakat akan bahaya DB belum maksimal.

Selain itu, kata Bagus Pertama, cuaca di Karangasem masih anomali, tak tetap. Sekarang panas, beberapa jam turun hujan. Sehingga jentik cepat berkembang biak. Kondisi seperti ini rutin terjadi setiap tahunnya.

BACA JUGA:  Antisipasi Demam Berdarah, Desa Banjarasem Lakukan Fogging

“Kalau sudah musim hujan, jentik cepat akan berkembang biak. Warga harus waspada dan hati – hati. Tetap jaga kebersihan lingkungan disekitar,”himbaunya.

Menekan kasus DBD di Kabupaten Karangasem, pemerintah mulai mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional (pokjanal) untuk pemberantasan DBD di tiap desa. Tujuannya untuk menekan penyebaran kasus DB.

Pemerintah terus melaksanakan sosialisasi 3 M dan PSM (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kegiatan fogging di semua desa terus digencarkan.”Petugas Dinas Kesehatan rutin mengelar fogging. Rutin tiap hari ke desa,”tambah Gusti Pertama.

BACA JUGA:  19 Kader Posyandu Karangasem Raih Nilai Sempurna

“Kita berharap peran masyarakat dalam menekan kasus DB di Kab. Karangasem. Bila perlu setiap rumah harus ada yang memantau jentik di rumah. Yang terpenting yakni menjaga kebersihan lingkungan sekitar,”harap Gusti Pertama.(05)

Back to top button