Karangasem

161 Hektar Sawah di Karangasem Beralih Fungsi

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distan) Karangasem mencatat  161 hektar sawah beralih fungsi ke bangunan maupun tanaman.

Kabid Prasarana dan Sarana Distan Karangasem Gede Suata Brata mengatakan, data alih fungsi lahan terjadi sejak tahun 2024. Lokasinya berada di Kecamatan Sidemen, sedangkan kecamatan lain belum ditemukan.

“Kalau 2025, kita belum data. Biasanya petugas mendata di akhir tahun. Tapi setiap pasti ada (sawah) yang beralih fungsi. Sebelumnya (2023), petugas juga menemukan ada lahan yang beralih fungsi ke bangunan,” ungkap Suata Brata.

BACA JUGA:  Perkuat Nilai Kebangsaan dan Toleransi, GP Ansor Gelar Audiensi ke Kesbangpol Karangasem Jelang Konfercab

Pejabat asal Datah itu mengaku, luas persawahan di Karangasem masih 7.022 Ha lebih. Pihaknya berharap para petani mempertahankan sawah, tidak mengalihkan menjadi bangunan. Mengingat saat pemerintah gencarkan swasembada pangan.

“Kita berupaya maksimal agar petani mempertahankan lahan tetap menjadi sawah dan tidak beralih fungsi. Apalagi Karangasem di target menanam padi 15 ribu hektare lebih. Makanya kita gencar beri benih gratis,” tambah Suata.

BACA JUGA:  HUT Ke-50 Perumda Tirta Tohlangkir, Bupati Gus Par Minta Tingkatkan Layanan Air Bersih

Untuk diketahui, produksi padi di Karangasem tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk Karangasem tiap tahunnya. Mengingat hasil produksi padi ada di kisaran 65 ton pertahun. Seandainya diolah menjadi beras sekitar 39 ribu ton lebih

Produksi beras yang dihasilkan tidak cukup untuk penuhi kebutuhan penduduk keseluruhan. Mengingat konsumsi beras per kapita capai 111,88 ton pertahun. Sedangkan jumlah penduduk di Karangasem menurut BPS 522 ribu jiwa.

BACA JUGA:  Pratisentana Sira Arya Gajah Rayakan HUT Ke-30, Teguhkan Komitmen Dukung Karangasem Agung

Kekurangan beras bisa ditutupi dengan hasil pangan lain. Seperti jagung, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, dan lainnya.”Seandainya dihitung semua, padi dan pangan lain, daerah Karangasem surplus pangan,” tambah Suata Brata.(05)

Back to top button