Cakupan Imunisasi HPV di Karangasem Capai 88,7 %, Dinkes Siapkan Vaksin Susulan

KARANGADEM, MEDIA9.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem terus mengejar target cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) sebesar 100 persen. Hingga saat ini, cakupan imunisasi mencapai 88.7 persen, dengan sekitar 1.000 dosis vaksin tersedia untuk menjangkau anak-anak yang belum dapat imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengungkapkan, upaya peningkatan imunisasi dilakukan lantaran ada perluasan sasaran imunisasi HPV tahun 2026. Jika sebelumnya hanya menyasar anak perempuan usia 11 tahun / kelas V SD, kini anak laki di usia sama jadi sasaran.
“Capaian imunisasi HPV di Kab. Karangasem setelah pimpinan ke Kementerian Kesehatan mencapai 80 persen, sekarang sudah hampir 90 persen.Kalau tak salah 88.7 persen anak usia 11 tahun, baik laki – laki maupun perempuan sudah dapat imunisasi,” kata Putra Pertama, Senin (12/10/2026).
Mencapai target cakupan 100 persen, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas, Rumah Sakit, dan Fasilitas Layanan Kesehatan lainnya terus melakukan berbagai upaya. Satu diantaranya melakukan sosialisasi dan edukasi ke orang tua agar memastikan anak mereka peroleh imunisasi sesuai dengan sasaran program.
Selain itu, petugas kesehatan terus melakukan penelusuran terhadap anak -anak yang belum mendapatkan vaksinasi. Penelusuran dilakukan melalui berkoordinasi dengan sekolah dan madrasah, termasuk mendata anak yang tak hadir ketika imunisasi dilaksanakan.
“Anak – anak yang belum mendapatkan imunisasi saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) akan diarahkan mengikuti imunisasi susulan dan koordinasi dengan petugas puskesmas. Dinas Kesehatan terus berupaya untuk pendataan anak yang belum imunisasi,” jelasnya.
Gusti Pertama menegaskan bahwa imunisasi adalah bagian penting dari upaya pemenuhan hak anak atas pelayanan kesehatan. Dukungan orang tua diperlukan agar semua anak yang jadi sasaran program dapat peroleh perlindungan melalui vaksinasi HPV. Imunisasi HPV bagi anak yang jadi sasaran diberi gratis.
Ditambahkan, keamanan vaksin HPV telah melalui penelitian ilmiah. Anggapan mengenai vaksin HPV yang mengakibatkan kemandulan tidak di dukung oleh bukti ilmiah. Masyarakat diharap dapat memperoleh info dari sumber resmi agar tak salah memahami manfaat dan keamanan dari program imunisasi HPV.
Untuk diketahui, imunisasi HPV merupakan upaya pencegahan berbagai jenis kanker akibat terinfeksi virus. Tahun 2026, imunisasi HPV diperluas dengan menyasar anak laki dan perempuan yang usia 11 tahun atau siswa kelas V SD.
HPV merupakan virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir. Didalam kondisi tertentu, infeksi HPV, khususnya yang disebabkan oleh tipe berisiko tinggi dan berlangsung dalam waktu lama, dapat memicu perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Penularan HPV dapat terjadi melalui kontak langsung dengan area kulit atau selaput lendir yang terinfeksi, termasuk melalui hubungan seksual. Meskipun tidak semua infeksi HPV berkembang menjadi penyakit serius, infeksi yang menetap dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.
Selama ini, HPV lebih sering dikaitkan dengan kanker serviks atau kanker leher rahim pada perempuan. Padahal, virus tersebut juga dapat menginfeksi laki-laki dan menyebabkan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, imunisasi HPV tidak hanya penting bagi anak perempuan, tetapi juga bagi anak laki-laki.
Pemberian imunisasi sejak usia dini menjadi salah satu langkah pencegahan yang penting karena vaksin diberikan sebelum seseorang terpapar virus. Dengan demikian, tubuh dapat membentuk kekebalan untuk membantu melindungi diri dari infeksi HPV yang menjadi sasaran vaksin.(*)



















